Menanam Hari Ini, Merawat Esok: Sedekah Oksigen 2026 di Bondowoso
Bondowoso – Suasana siang di Jalan A. Yani Bondowoso tampak berbeda, Kamis (8/1/2026). Warga yang melintas tidak hanya disambut aktivitas lalu lintas, tetapi juga deretan bibit pohon yang dibagikan langsung kepada masyarakat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Sedekah Oksigen 2026 yang digagas Perum Perhutani KPH Bondowoso sebagai gerakan nyata peduli lingkungan.
Sebagaimana diberitakan Sibernews.co.id., “sedikitnya 2.026 bibit yang terdiri dari mangga, durian, alpukat, dan sukun didistribusikan dalam agenda bertajuk Sedekah Oksigen 2026 sebagai upaya peningkatan tutupan vegetasi sekaligus penguatan kapasitas ekosistem melalui partisipasi publik.” Kutipan ini menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak berdiri sebagai aksi simbolik, melainkan bagian dari strategi ekologis yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Ribuan bibit tanaman produktif dibagikan dalam kegiatan tersebut. Jenis yang disalurkan meliputi mangga, durian, alpukat, dan sukun—kelompok tanaman yang dikenal sebagai Multi Purpose Tree Species (MPTS). Selain mudah dibudidayakan, tanaman ini memiliki manfaat jangka panjang bagi lingkungan sekaligus bernilai ekonomis bagi masyarakat.
Program Sedekah Oksigen dirancang tidak hanya untuk memenuhi agenda seremonial, tetapi sebagai langkah strategis memperkuat daya dukung lingkungan. Penanaman MPTS berkontribusi pada peningkatan tutupan lahan, pengendalian erosi, serta perbaikan tata air. Keberadaan pohon juga berperan penting dalam menyerap karbon dan menjaga keseimbangan iklim lokal.
Dari perspektif pemberdayaan masyarakat, pembagian bibit ini dinilai memberi manfaat ganda. Masyarakat memperoleh tanaman yang dapat menghasilkan buah bernilai jual, sekaligus ikut terlibat langsung dalam upaya pelestarian lingkungan. Pola ini dinilai sejalan dengan konsep pengelolaan hutan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekologi, ekonomi, dan sosial.
Kegiatan tersebut mendapat dukungan lintas sektor. Sejumlah pejabat daerah, unsur legislatif, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, serta kalangan profesional turut hadir. Dalam kesempatan itu, Perhutani juga menyerahkan masing-masing 1.000 bibit secara simbolis kepada Kodim 0824 Bondowoso dan DPRD Kabupaten Bondowoso sebagai bagian dari kolaborasi penghijauan berkelanjutan.
Administratur Perhutani KPH Bondowoso, Misbakhul Munir, menyampaikan bahwa menanam pohon harus dipandang sebagai investasi lingkungan jangka panjang. Menurutnya, manfaat penanaman tidak hanya dirasakan hari ini, tetapi akan berdampak pada kualitas udara, kestabilan ekosistem, dan ketersediaan sumber daya alam di masa mendatang.
“Keterlibatan masyarakat adalah kunci. Hutan tidak bisa dijaga sendiri, tetapi harus dirawat bersama,” ujarnya sebagaimana di kutip Sibernews.co.id.
Apresiasi juga datang dari warga penerima bibit. Yahya, salah satunya, menilai kegiatan ini memberi dorongan positif bagi masyarakat untuk mulai menanam dan merawat pohon di lingkungan sekitar. Ia berharap program serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau wilayah yang lebih luas.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung tertib dan mendapat respons positif dari masyarakat. Hadir dalam kegiatan ini Sekretaris Daerah Bondowoso Dr. Fathur Rozi, Kajari Bondowoso Dzakyul Fikri, KH. Muhammad Yusuf Pengasuh Yayasan Al-Fitroh, Nurul Jamal Habaib, SH, Wakil Ketua DPRD Bondowoso Sinung Sudrajat, jajaran Perhutani, serta masyarakat pengguna jalan.
Melalui Sedekah Oksigen 2026, Perhutani KPH Bondowoso berharap terbangun sinergi berkelanjutan antara pemerintah, aparat penegak hukum, legislatif, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan serta memperkuat ketahanan ekosistem di Kabupaten Bondowoso.








Leave a Reply