Jakarta, ABUNAWAS.CO — Ancaman peretasan terhadap ponsel pintar kian meningkat seiring masifnya aktivitas masyarakat di ruang digital. Berbagai modus kejahatan siber kini menyasar pengguna melalui iklan mencurigakan hingga pesan singkat yang mengarahkan korban untuk melakukan tindakan tertentu, termasuk mengklik tautan berbahaya.
Advokat sekaligus pakar teknologi informasi, Nurul Jamal Habaib, S.H., mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap pola-pola penipuan digital yang kerap menjadi pintu masuk peretasan HP.“Masyarakat harus sangat waspada terhadap iklan dan pesan singkat yang mengarahkan seseorang untuk segera mengambil tindakan tertentu, seperti mengklik tautan, mengunduh aplikasi, atau mengisi data pribadi. Modus ini paling sering digunakan untuk meretas ponsel dan mencuri data,” ujar Nurul Jamal Habaib, S.H., kepada AbunawasNews.com.
Menurutnya, banyak korban tidak menyadari bahwa peretasan justru bermula dari kebiasaan sepele, seperti mengklik tautan undian, notifikasi palsu, atau pesan yang mengatasnamakan institusi resmi.
“Pelaku kejahatan siber memanfaatkan kelengahan pengguna. Sekali tautan berbahaya diklik, malware bisa langsung bekerja di latar belakang tanpa disadari,” tegasnya.

Ciri-Ciri HP yang Dihack

Beberapa tanda umum yang perlu diwaspadai antara lain:

Baterai cepat habis dan HP terasa panas meski tidak digunakan, Muncul aplikasi asing yang tidak pernah diinstal
Iklan pop-up berlebihan, Penggunaan data internet melonjak drastis, Akun media sosial atau email diambil alih
Pesan atau panggilan aneh terkirim ke kontak tanpa sepengetahuan pemilik, Solusi dan Langkah Pencegahan
Nurul Jamal Habaib menekankan pentingnya langkah pencegahan sejak dini agar masyarakat tidak menjadi korban peretasan.
“Jangan pernah mengklik tautan yang tidak jelas sumbernya, sekalipun terlihat meyakinkan. Gunakan aplikasi resmi, aktifkan verifikasi dua langkah, dan rutin memperbarui sistem keamanan,” jelasnya.
Selain itu, masyarakat disarankan untuk segera mengganti kata sandi penting, menghapus aplikasi mencurigakan, memasang antivirus tepercaya, serta melakukan reset pabrik apabila peretasan sudah dalam kondisi serius.

Ia menambahkan bahwa kesadaran digital bukan hanya soal teknologi, tetapi juga bagian dari upaya melindungi hak dan data pribadi warga negara.“Keamanan digital hari ini sudah menjadi bagian dari perlindungan hukum terhadap diri sendiri. Kelalaian kecil bisa berdampak besar,” pungkasnya. Dengan meningkatnya kejahatan siber, masyarakat diharapkan lebih kritis dan tidak mudah tergoda oleh iklan maupun pesan instan yang menjanjikan keuntungan instan.

AbunawasNews.com
Tajam Mengedukasi, Tegas Melindungi Publik