Super Flu Masuk Indonesia! 62 Kasus Terdeteksi, Kemenkes Ungkap Virus Sudah Beredar Sejak Agustus 2025
Jakarta — Ancaman kesehatan kembali membayangi awal tahun 2026. Virus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal luas sebagai super flu dipastikan telah beredar di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) mengungkap, virus ini bahkan sudah terdeteksi sejak Agustus 2025, jauh sebelum diumumkan ke publik.
Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan hasil pemeriksaan whole genome sequencing (WGS) yang diselesaikan pada 25 Desember 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
“Berdasarkan hasil WGS, influenza A (H3N2) subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI,” ungkap Kementerian Kesehatan dalam keterangan resminya.
Dikutip dari Antara, Sabtu (3/1/2026), Kemenkes mencatat sedikitnya 62 kasus super flu yang tersebar di delapan provinsi. Adapun wilayah dengan kasus terbanyak berada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Kemenkes juga mengungkap karakteristik pasien yang terpapar virus ini.
“Mayoritas kasus terjadi pada perempuan dan kelompok usia anak-anak,” tulis Kemenkes.
Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan peningkatan tingkat keparahan dibandingkan influenza musiman lainnya. Namun masyarakat diminta tidak menganggap remeh.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menjaga pola hidup bersih dan sehat, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu yang berat,” tegas Kemenkes.
Masuknya super flu di tengah euforia resolusi tahun baru menjadi peringatan serius bahwa ancaman penyakit menular masih nyata. Disiplin menjaga kesehatan dan kewaspadaan kolektif dinilai menjadi kunci utama untuk mencegah lonjakan kasus di kemudian hari.
AbunawasNews.com
Berani Mengungkap Fakta, Tajam Mengawal Informasi








Leave a Reply