Elon Musk Mendadak Bagi-bagi Router Starlink Gratis, Ini Syarat dan Siapa yang Kebagian
JAKARTA | ABUNAWASNEWS.COM — Kabar gembira datang bagi pengguna lama layanan internet satelit Starlink. Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, mulai membagikan router Starlink secara gratis kepada pelanggan tertentu, khususnya mereka yang bergabung sejak masa awal peluncuran layanan tersebut pada 2020.
Program ini bukan tanpa alasan. SpaceX memastikan akan menghentikan dukungan pembaruan software pada router Starlink generasi pertama yang dikenal dengan kode UTR-201. Router lama tersebut merupakan perangkat bawaan Starlink versi awal yang masih menggunakan antena parabola bulat.
Dalam keterangannya kepada pelanggan, SpaceX menyebut langkah ini dilakukan demi menjaga keamanan dan keandalan jaringan ke depan.
“Dukungan software untuk router generasi pertama akan dihentikan dalam waktu dekat sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan jaringan, performa, serta keandalan layanan Starlink dalam jangka panjang,” tulis SpaceX, dikutip Kompas.com.
Router Lama Masih Nyala, Tapi Rawan Risiko
SpaceX menegaskan router lama tidak akan langsung berhenti berfungsi. Namun, pengguna diingatkan akan sejumlah risiko serius jika tetap menggunakan perangkat tersebut.
“Perangkat tidak lagi menerima pembaruan keamanan, lebih rentan terhadap celah sistem, serta berpotensi mengalami penurunan kompatibilitas seiring perkembangan jaringan Starlink,” demikian penjelasan SpaceX sebagaimana dikutip Kompas.com.
Sebagai solusi, SpaceX menawarkan penggantian gratis Starlink Router Mini kepada pelanggan terdampak. Router ini sebelumnya dijual seharga 40 dollar AS atau sekitar Rp 670 ribuan.
Router Mini sudah mendukung WiFi 6, jaringan dual-band, serta fitur mesh networking, sehingga memungkinkan pengguna memperluas jangkauan internet dengan perangkat tambahan.
Bentuk Apresiasi untuk Pelanggan Lama
Program router gratis ini pertama kali terungkap melalui halaman dukungan Starlink dan mulai dijalankan sejak November 2025. Sejumlah pelanggan menerima email resmi berisi penawaran penggantian router tanpa biaya.
“Program ini merupakan bentuk apresiasi kepada pelanggan lama Starlink,” tulis SpaceX dalam e-mail resminya, dikutip KompasTekno.
Pelanggan cukup mengklik menu “claim free router” pada email, memperbarui alamat pengiriman, dan mengikuti panduan pemasangan yang telah disediakan.
Starlink di Indonesia, dari Terbatas hingga Resmi
Starlink mulai beroperasi di Amerika Serikat pada 2020 dan melakukan ekspansi global sejak 2021. Di Indonesia, layanan ini pertama kali digunakan secara terbatas pada 2022 dalam ajang Latihan Bersama Garuda Shield di Kalimantan Timur.
Kala itu, Telkomsat memegang hak labuh eksklusif Starlink dengan masa operasional terbatas. Baru pada 2024, Starlink resmi mengantongi izin operasi penuh dan dapat digunakan masyarakat luas dengan biaya langganan mulai Rp 750.000 per bulan serta biaya perangkat sekitar Rp 7,8 juta.
Pada pertengahan 2025, Starlink sempat menutup pendaftaran pelanggan baru akibat kapasitas penuh. Namun, layanan tersebut kembali dibuka setelah dilakukan penyesuaian jaringan.
Terbaru, Elon Musk kembali mencuri perhatian publik setelah menggratiskan layanan internet Starlink bagi wilayah terdampak banjir di Sumatera.
“Tak etis mengambil keuntungan dari bencana,” tulis Elon Musk dalam pengumuman resminya di platform X, dikutip Kompas.com.
Layanan gratis tersebut berlaku bagi pelanggan baru maupun lama hingga akhir Desember 2025.








Leave a Reply