Friday, December 14, 2018
Home > Headline > Tinggi Mana Daya Jual Agus Harimurti Dibanding Muhammad Zainul Majdi di Kancah Pemilihan Presiden?
HeadlinePolitik

Tinggi Mana Daya Jual Agus Harimurti Dibanding Muhammad Zainul Majdi di Kancah Pemilihan Presiden?

JAUH-jauh hari, Partai Demokrat sudah memagari kader partainya yang lain untuk tidak maju, dan hanya ingin mendorong Agus Harimurti Yudhoyono tampil di kancah pemilihan presiden.

Adalah Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Roy Suryo, yang menegaskan bahwa partainya hanya akan memprioritaskan Agus dibanding kader lainnya, termasuk Gubernur Nusa Tenggara Barat, Muhammad Zainul Majdi akrab disapa Tuan Guru Bajang.

Boleh saja petinggi Demokrat memprioritaskan Agus untuk maju sebagai bakal calon presiden atau wakil presiden pada tahun depan, namun semuanya dikembalikan kepada pemilih sebagai pasar demokrasi.

Jika Agus didorong maju, apa kelebihan yang bisa dia raih dari pemilihnya. Agus bagaimana juga adalah identik dengan Susilo Bambang Yudhoyono. Dia seorang nasionalis dengan elektabilitas yang relatif masih rendah.

Bukti terkini membuktikan bahwa Agus masih belum cukup kuat untuk mengeruk suara, sekalipun itu di DKI Jakarta. Dia masih di bawah Basuki Tjahaja Purnama akrab disapa Ahok meskipun mantan gubernur DKI waktu itu menyandang status tersangka ketika dia berlaga tahun lalu.

Sebagai representasi kelompok nasionalis, Agus masih kalah pamor jika dibanding Joko Widodo dan Prabowo Subianto yang juga sama- sama mewakili kelompok nasionalis sebagai bakal calon presiden terkuat versi berbagai lembaga survei. Jika Agus dipaksa harus tampil sebagai bakal calon presiden bersaing melawan Joko Widodo dan Prabowo maka dia berpotensi akan mengulang kekalahannya seperti dia alami dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017.

Jika Agus harus turun derajat menjadi bakal calon wakil presiden, lalu bakal calon presiden mana yang akan menggandeng Agus mengingat Joko Widodo dan Prabowo juga satu representasi yang sama dengan dia, sama-sama nasionalis.

Sekarang, ada kecenderungan bahwa bakal calon presiden dan wakil presiden adalah kombinasi nasionalis-agamis atau agamis-nasionalis. Agus sebagai representasi kelompok nasionalis tentu harus berpasangan dengan figur dari kelompok agamis agar ada kombinasi.

Di sinilah daya jual Agus mengalami pelemahan. Sebagai bakal calon presiden, Agus belum cukup kuat untuk menandangi kekuatan Joko Widodo dan Prabowo. Sedangkan sebagai bakal calon wakil presiden, dia sulit mencari pasangan dari kelompok agamis sebagai bakal presidennya.

Beda halnya dengan Muhammad Zainul Majdi yang menjadi representasi kelompok agamis. Zainul Majdi meskipun hanya tokoh lokal, tapi ketika dia diplot menjadi bakal calon wakil presiden lalu dipasangkan dengan Joko Widodo atau Prabowo, derajatnya otomatis akan naik sebagai representasi kaum agamis.

Representasinya ini akan menjadi daya jual yang tinggi serta bisa mengerek derajat keterpilihan Joko Widodo atau Prabowo yang mewakili kelompok nasionalis.

Zainul Majdi adalah aset besar bagi Demokrat. Dia bisa saja dipasangkan dengan Agus. Agus –nasionalis dan Zainul Majdi—agamis. Tetapi, apakah kombinasi ini akan mendapat dukungan dari partai politik lain?

Dalam politik tidak ada yang tidak mungkin. Bisa saja Agus-Zainul Majdi berpasangan kemudian didukung oleh partai lain berbasis Islam seperti PKB dan PAN.

Tetapi, PKB dan PAN sekarang juga punya ambisi untuk menempatkan kader mereka dalam posisi bakal calon presiden atau wakil presiden.

Di snilah Susilo Bambang Yudhoyono sebagai king maker diuji keterampiannnya dalam memainkan perannya. (*)

 

Oleh: Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar