Friday, December 14, 2018
Home > Headline > Survei Indo Barometer: Gus Ipul-Puti Ungguli Khofifah-Emil di Pemilihan Gubernur Jawa Timur
HeadlinePolitik

Survei Indo Barometer: Gus Ipul-Puti Ungguli Khofifah-Emil di Pemilihan Gubernur Jawa Timur

JAKARTA – Indo Barometer merilis hasil survei dinamika politik dan proyeksi Pilkada Jawa Timur dengan pelaksanaan survei pada 29 Januari – 4 Februari 2018.

Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari memaparkan bahwa berdasarkan pertanyaan tertutup, elektabilitas pasangan calon Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno mencapai 45,2 persen. Angka ini lebih tinggi daripada perolehan angka elektabilitas pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Elestianto sebesar 39,5 persen.

“Tidak terpaut jauh, selisih di antara keduanya sekitar 5,7 persen. Sementara pemilih yang tidak akan memilih, rahasia, belum memutuskan mencapai 15,3 persen,” kata Qodari di Harris Friendly Room, FX Sudirman, Jakarta, Selasa (3/4/2018).

Menurutnya, masyarakat Jawa Timur telah mengenal dengan baik terhadap sosok Saifullah dan Khofifah. Saifullah memiliki tingkat pengenalan mencapai 97,5 persen dan Khofifah sebesar 96,1 persen.

“Sementara kalau tingkat pengenalan calon wakil gubernur, Emil sebesar 53,8 persen dan Puti sebesar 50,9 persen. Tingkat pengenalan kedua calon wakil tergolong rendah,” ujar Qodari.

Dia menjelaskan bahwa masyarakat Jawa Timur yang puas dengan kinerja gubernur sebelumnya, Soekarwo, cenderung mengarahkan dukungannya kepada pasangan Gus Ipul-Puti Guntur dengan persentase 47,7 persen. Sebab, Gus Ipul pernah menjadi wakil gubernur Jawa Timur mendampingi Soekarwo. Publik yang puas, berharap Gus Ipul bisa melanjutkan dan mengembangkan program-program sebelumnya.

“Sementara sebanyak 49,6 persen masyarakat yang tidak puas akan kinerja Soekarwo, lebih banyak mendukung pasangan Khofifah-Emil,” kata dia.

Berkait tingkat kesukaan calon gubernur, Saifullah unggul tipis sebesar 87,9 persen dengan Khofifah yang mencapai 87,5 persen. Alasan utama masyarakat menyukai Khofifah, yakni merakyat sebesar 14,4 persen, berjiwa sosial 10,1 persen dan mantan menteri sosial 8,8 persen.

“Kalau alasan utama warga suka dengan Saifullah karena dekat dengan rakyat 14,4 persen, berpengalaman 8,2 persen dan orangnya tegas 7,9 persen,” ungkapnya.

Masyarakat Jawa Timur menyukai Emil Elestianto karena faktor intelektual sebesar 24 persen, tokoh muda 13,3 persen dan sosok yang tegas 10,1 persen. Di sisu lain, masyarakat menyukai Puti karena keturunan Soekarno sebesar 20 persen, pintar sebanyak 14,8 persen dan jujur sebesar 9,3 persen. Qodari mengungkapkan, masyarakat Jawa Timur cenderung mengutamakan faktor pengalaman dalam memilih calon gubernur dengan persentase 15,7 persen.

Disusul dengan faktor kedekatan dengan rakyat sebesar 14,3 persen, ketegasan 10,9 persen dan berjiwa sosial dan dermawan sekitar 6,4 persen.

“Alasan yang banyak diungkap publik dalam memilih calon wakil gubernur yaitu pintar 23 persen, pasangan cocok 11,8 persen, orangnya tegas 8,3 persen, orangnya jujur 6,6 persen, dan masih muda 6 persen,” katanya.

Qodari memprediksi akan terjadi dinamika politik yang sangat kompetitif yang berpotensi meningkatkan potensi pertarungan politik di tingkat akar rumput cenderung kedas dan tajam.

“Oleh karena itu, kami mengimbau perlu upaya menahan diri dan manajemen konflik yang baik dari para calon, tim sukses, parpol, pendukung, penyelenggara pemilu, tokoh masyarakat dan para pemilih,” ujarnya.

Survei tersebut dilaksanakan di 38 kabupaten/kota di wilayah Jawa Timur. Jumlah responden sebanyak 800 orang dengan margin of error sebesar kurang lebih 3,46 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen. Metodologi yang digunakan adalah multistage random sampling. Teknik pengumpulan data, wawancara tatap muka dengan responden menggunakan kuesioner. Dalam peta koalisi Pilkada Jawa Timur, Saifullah-Puti didukung koalisi PDI-P, PKB, Gerindra, dan PKS. Sementara, Khofifah-Emil mendapat dukungan koalisi PPP, Golkar, Hanura, PAN, Nasdem, dan Demokrat. (*)

 

Sumber: Kompas.com

Editor   : Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar