Rabu, November 14, 2018
Home > Bisnis > PT Pegadaian Maju Pesat Setelah Buka Sistem Peragenan
Bisnis

PT Pegadaian Maju Pesat Setelah Buka Sistem Peragenan

JAKARTA – PT Pegadaian (Persero) mengaku mendapat kemajuan pesat dalam melayani nasabah setelah membuka kesempatan kepada anggota masyarakat untuk menjadi agennya di seluruh Indonesia.

Dalam rentang waktu kurang dari setahun, ungkap Manajer Komunikasi Perusahaan PT Pegadaian, Basuki Tri Andayani, kepada TeropongSenayan di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Selasa (23/10/2018), jumlah agen di seluruh Indonesia sudah mencapai 7.000-an.

Model peragenan pegadaian ini, ujar Basuki, digulirkan oleh perusahaannya pada akhir Desember 2017, sebagai upaya memperluas jaringan sekaligus memenangkan kompetisi dengan pesaingnya baik dari lembaga jasa keuangan badan usaha milik negara atau perusahaan swasta yang kian menjamur.

“Agen pegadaian tumbuh pesat. Setiap bulan agen yang tumbuh mencapai 700-an,” tambahnya.

Menurutnya, peragenan ini dibagi dalam tiga model. Model pertama adalah agen pembayaran. Model ini adalah menjadikan agen sebagai petugas yang bisa menerima pembayaran dari nasabah pegadaian.

Model kedua adalah agen pemasaran. Di sini, tambah Basuki, anggota masyarakat yang menjadi agen diberi hak untuk memasarkan berbagai produk pegadaian kepada nasabah. Model ketiga adalah agen gadai. Agen ini, kata Basuki, anggota masyarakat yang menjadi agen diberi hak untuk menjalankan fungsi gadai, sehingga calon agen harus memiliki keahlian khusus layaknya petugas gadai.

“Semua model transaksi yang dijalankan oleh agen adalah berbasis aplikasi,” kata Basuki.

Dengan hadirnya agen seperti ini, ujarnya, secara perlahan mendongkrak omzet dari gerai Pegadaian secara signifikan, namun Basuki tidak tahu secara pasti tentang besarnya nilai penjualan Pegadaian satu tahun belakangan ini.

Jumlah gerai Pegadaian di seluruh Indonesia mencapai 4.411.

Pemantauan TeropongSenayan, minat anggota masyarakat menjadi agen relatif tinggi mengingat mereka akan mendapat komisi dari setiap transaksi yang mereka jalankan.

Mereka yang berminat menjadi agen umumnya pemilik warung, karena mereka banyak bersentuhan dengan kalangan ibu rumah tangga yang selama ini sering menggadaikan emasnya.

“Saya mau coba jadi agen biar dapat penghasilan tambahan,” ujar serang pemilik warung kebutuhan rumah tangga di kawasan Kelurahan Batu Ampar, Kramatjati, Jakarta Timur. (*)

 

Sumber: Teropongsenayan.com

Tinggalkan Komentar