Friday, December 14, 2018
Home > Headline > Politikus PKS Yudi Widiana Divonis 9 Tahun Penjara dan Hak Politiknya Dicabut 5 Tahun
HeadlineHukum

Politikus PKS Yudi Widiana Divonis 9 Tahun Penjara dan Hak Politiknya Dicabut 5 Tahun

JAKARTA – Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Yudi Widiana Adia divonis 9 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider kurungan 3 bulan, karena terbukti menerima uang suap Rp11,1 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, So Kok Seng alias Aseng.

“Menyatakan terdakwa Yudi Widiana Adia telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi,” ujar Ketua Majelis Hakim Hastopo membacakan amar putusan dalam sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Selain itu, majelis hakim juga mengabulkan pidana tambahan terhadap Yudi berupa pencabutan hak politiknya selama 5 tahun sejak terdakwa selesai menjalani hukuman.

Menurut majelis hakim, uang suap yang diterima Yudi itu untuk program aspirasi proyek pembangunan jalan di Maluku dan Maluku Utara tahun anggaran 2016. Yudi menerima uang suap itu melalui anggota DPRD Kota Bekasi, M Kurniawan Eka Nugraha.

Usulan program aspirasi milik Yudi ke Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR adalah pembangunan Jalan Pasahari-Kobisonta senilai Rp50 miliar, pelebaran Jalan Kobisonta-Pasahari senilai Rp50 miliar, dan pelebaran Jalan Kobisonta-Bonggol Bula senilai Rp40,5 miliar.

Dalam pertimbangan dakwaan pertama, Yudi, kata majelis hakim menerima uang Rp4 miliar dari Aseng. Uang itu diterima Yudi karena mengusulkan proyek pembangunan jalan dan jembatan di Maluku dan Maluku Utara.

“M Kurniawan menghubungi Yudi bahwa ‘4 juz’ sudah diterima dari Aseng,” kata hakim.

Kemudian pertimbangan dakwaan kedua, Yudi, kata hakim menerima uang Rp2,5 miliar. Lalu menerima 214.300 dolar AS dan 140.000 dolar AS, karena mengusulkan beberapa proyek jalan di Maluku pada Kementerian PUPR.

“Uang itu diterima oleh Kurniawan di hotel dan diantarkan di pom bensin Bekasi untuk diserahkan kepada Paroli alias Asep.” (*)

 

Sumber: Detik.com

Editor   : Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar