Friday, December 14, 2018
Home > Politik > Pemotongan Gaji PNS untuk Zakat Demi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur
Politik

Pemotongan Gaji PNS untuk Zakat Demi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur

WACANA pemerintah memotong 2,5 persen gaji pegawai negeri spil (PNS)  yang bergama Islam untuk zakat, adalah bukan lagi terobosan bagus tapi terobosan spektakuler dalam menciptakan keadian sekaligus setia kawan.

Apalagi, pegawai negeri adalah elemen bangsa yang hidupnya relatif mapan bahkan ada yang disebut lebih dari mapan, sehingga mereka sudah layak bila turut serta membantu elemen bangsa lainnya yang masih kekurangan.

Wacana ini adalah untuk pertama kali dijalankan secara nasional, sehinga tidak ada salahnya didukung oleh semua elemen, dalam misi mewujudkan kaeadilan dan setia kawan dalam berbangsa dan bernegara.

Keadilan dan setia kawan, yang tertuang dalam sila kelima Pancasila, jangan lagi ditumpukan kepada negara secara total, namun juga kepada elemen pemerintah dalam kerangka mewujudkan rasa adil dan setia kawan.

Dengan pola pemotongan gaji ini juga akan menjadi suatu kebanggaan bagi aparatur negara, karena mereka sedikit banyak turut serta mengentaskan kemiskinan dan kesenjangan sosial yang kian menganga dari waktu ke waktu.

Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada September 2017, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Indonesia mencapai 26,58 juta orang (10,12 persen).

Bila wacana ini menjadi kenyataan, salah satu tujuan hidup untuk mewjudkan keejahteraan bagi diri sendiri maupun sesama manusia tidak lagi sebagai angan-angan, tetapi realitas yang bisa dinikmai. Sudah barang tentu akan banyak anak bangsa yang tertolong hidupnya dengan dana yang terkumpul dalam zakat ini.

Dan, mereka yang merasa tertolong dengan keberadaan zakat ini akan memiliki empati dengan mereka yang menolong maupun dengan keadaan sekitarnya yang juga kekurangan.

Ikatan persaudaraan sosial antaranak bangsa pun terbangun dengan hidup saling membantu. Negara hadir di antara orang miskin, dan umat pun ikut hadir di antara mereka. Setiap kehadiran negara dan pertolongan umat melalui zakat, akan menggulirkan semangat saling membantu kepada generasi berikutnya hingga terwujud negeri yang gemah ripah oh jinawi, baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, –adil, makmur, sentosa. (*)

 

Oleh Krista Riyanto

 

 

Tinggalkan Komentar