Friday, December 14, 2018
Home > Headline > Pemilihan Gubernur Sumatera Utara, Masihkah Jalan JR Saragih-Ance Selian Terbentang?
HeadlinePolitik

Pemilihan Gubernur Sumatera Utara, Masihkah Jalan JR Saragih-Ance Selian Terbentang?

DIKABULKANNYA gugatan calon gubernur Sumatera Utara, JR Saragih oleh Badan Pengawas Pemilihan Pemilu (Bawaslu) membuka peluangnya bersama sang wakil, Ance Selian sangat terbuka untuk berkompetisi politik dalam pemilihan kepada daerah.

Dalam putusannya, Bawaslu memerintahkan JR Saragih untuk melegalisasi ulang fotokopi ijazah SMA-nya. “Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku terkait tata cara legalisasi ijazah bersama-sama dengan KPU Sumut dan diawasi Bawaslu Sumut,” kata Komisioner Bawaslu Herdi Munte, Sabtu (3/3/2018) malam.

Dengan putusan ini, Saragih-Ance, akan menambah perebutan suara pemilih di Sumatera Utara semakin ketat. Tiga pasang calon, Djarot Saiful hidayat -Sihar Sitorus, Edy Rahmayadi-Musa Rajeckshah, dan Saragih-Selian, punya peluang sama untuk menjadi pemenang.

Djarot-Sihar yang diusung PDI Perjuangan (PDIP) dan PPP ini dengan slogan “Bersih dan Transparan” ini banyak menggarap pemilih identitas Jawa dan Batak. Komunitas Jawa, Putera Jawa Kelahiran Sumatera (Pujakesuma) dan berbagai komunitas marga Batak juga telah mendeklarasikan diri mendukung Djarot-Sihar.

Populasi Batak sebesar 41,93 persen, disusul Jawa 32,62 persen, Nias 6,36 persen, Melayu 5,92 persen, Tionghoa 3,07 persen, Minang 2,66 persen, Aceh 1,03 persen, Banjar 0,97 persen, Banten 0,36 persen, Sunda 0,37 persen, Papua 0,09 persen, dan sisanya etnis lain.  Dengan komposisi demikian, masuk akal jika komunitas Jawa dan Batak jadi incaran pendukung Djarot-Sihar, karena jumlahnya mencapai hampir 75 persen.

Sedangkan kudu Edy-Musa yang diusung Partai Gerindra, Partai Golkar, PKS, PAN, dan Nasddem, bantak mengusung sentimenu agama dalam setiap unggahanya di media sosial. Mereka membawa semangat kemenangan pemilihan gubernur di DKI Jakarta tahun lalu.

Menurut data, komposisi agama di Sumatera Utara adalah Islam sebagai yang dominan. Islam 63,91 persen, Kristen 27,86 persen, Katolik 5,41 persen, Buddha 2,43 persen, Hindu 0,35 persen, Konghucu 0,02 persen, dan lainya 0,01 persen.

Saragih-Ance yang diusung Partai Demokrat, PKB, dan PKPI ini nyaris kehilangan isu untuk menarik pendukungnya. Apalagi, mereka kehilangan banyak momentum untuk menggerakkan mesin politik setelah sempat dinyatakan gugur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.

Saragih mesti bekerja keras untuk mengejar kepopuleran Djarot-Sihar dan Edy-Musa yang telah bergerak lebih dulu. Bahkan dalam berbagai survei dan polling, Saragih-Ance selalu tertinggal dibanding Djarot-Sihar dan Edy-Musa.

Dalam polling terkini yang dibuat oleh Tribun Medan melalui facebook dan twitter,  dari 15-18 Januari 2018, Djarot-Sihar meraih 47,89 persen suara di facebook dan 61 persen suara di twitter. Polling ini diikuti oleh 8.775 akun di facebook dan 1.389 akun di twitter.

Dengan dinamika politik yang begitu tinggi, Saragih-Ance mesti bekerja sangat keras untuk mengejar penetrasi pasar yang sudah dibuat  oleh pesaing mereka, Djarot-Sihar dan Edy-Musa.

 

Oleh: Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar