Friday, December 14, 2018
Home > Bisnis > Mustahil OK OCE Lahirkan Pebisnis Sukses dalam Lima Tahun
BisnisHeadline

Mustahil OK OCE Lahirkan Pebisnis Sukses dalam Lima Tahun

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menggalang Perhimpunan Tionghoa Indonesia (INTI) menjadi trainer (pemberi pelatihan) untuk program OK OCE, agar pesertanya menjadi pebisnis tangguh kemudian hari. Sandi melihat kalangan Tionghoa memiliki keahlian dan pengalaman dalam membangun sebuah bisnis.

Harapan Sandi itu bagus, karena dia ingin melahirkan pengusaha dari kalangan bawah, terutama bumiputera. Dia yakin program OK OCE bisa melahirkan pengusaha baru dari kalangan bawah secara cepat –lima tahun kepemimpiannya di DKI.

Dalam sejarah dunia bisnis, untuk menjadi pebisnis sukses tidak semudah yang diharapkan Sandi. Membangun jaringan bisnis agar sukses sebenarnya tidak perlu mentor ahli seperti yang digagas Sandi itu.

Tanpa OK OCE dan pelatih dari kalangan Tionghoa pun, kesuksesan membangun bisnis bisa diraih. Syaratnya ulet, punya produk, dan diawali sejak usia dini –bukan serta merta dengan modal maupun mentor andal dan dimulai dengan usia relatif tidak muda lagi.

Lihatlah bagaimana perjuangan Liem Sioe Liong dengan kerajaan Salim Group mulai dari industri makanan, minuman, bank, perkebunan, semen, dan otomotif, dirintis puluhan tahun. Lalu Eka Tjipta Widjaja dengan Sinar Mas Group dala industri perbankan, properti, minyak sawit, perkebunan, hingga asuransi juga menggurita. Mereka semua butuh waktu lama dan ulet. Mereka membangun usaha sejak usia belasan tahun, dan tidak dimentori ala OK OCE.

Ada saja satu dua pebisnis sukses dalam waktu relatif cepat memang. Seperti Nadiem Makarim dengan Gojek-nya maupun Jack Ma dengan Alibaba Group-nya. Namun, mereka adalah orang-orang khusus, karena mereka punya produk jasa yang sungguh spektakuler dan dibutuhkan umat manusia di jagad ini.

Untuk urusan melahirkan pebisnis sukses dari OK OCE boleh dibilang pesimistis, sekalipun dilatih oleh pelatih dari komunitas Tionghoa, yang selama ini banyak menjadi pengusaha sukses.

Untuk menjadi pebisnis juga menyangkut talenta seseorang yang kemudian tercermin dalam sikapnya yang ulet dan sanggup berjuang dalam waktu lama. Bukan mental manusia instan seperti yang diimpikan banyak orang yang malas kerja, malas lelah pula.

Jika memang berbisnis yang sukses bisa dibentuk seperti digagas Sandi melalui OK OCE, mungkin Indonesia tidak lagi tertinggal seperti sekarang ini, karena negeri ini melimpah kekayaan alamnya. Artinya, apa saja bisa diolah menjadi komoditi bernilai jual termasuk diekspor.

Jadi, Sandi alangkah baiknya bersikap realistis dengan tidak memaksakan programnya OK OCE sebagai program mencetak pebisnis sukses yang akan menghamburkan uang rakyat. Lebih baik dana dari anggaran pendapatan dan belanja yang ada digunakan untuk membiayai layanan dan infrastruktur publik yang bisa meringankan pedagang kecil di pinggir jalan.

Misalnya, pemerintah membangun pasar di setiap kecamatan kemudian disewakan kepada pedagang kecil dengan harga murah. Dengan membangun sentra perdagangan baru dibarengi tarif sewa murah, otomatis makin banyak pedagang kecil naik kelas, sehingga derajat kesejahteraan meningkat.

Jadi, masihkan Sandi optimistis bahwa OK OCE-nya bisa melahirkan pebisnis sukses dalam lima tahun ke depan? (*)

 

Oleh Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar