Friday, December 14, 2018
Home > Bisnis > Membangun Bendungan di Lampung, Berarti Membangun Kehidupan di Masa Depan
BisnisHeadline

Membangun Bendungan di Lampung, Berarti Membangun Kehidupan di Masa Depan

MEMBANGUN Lampung berarti membangun pertanian. Membangun pertanian berarti menyediakan sumber air.

Tanpa sumber air memadai, mustahil rencana gubernur Lampung terpilih, Arinal Djunaidi untuk menjadikan Lampung sebagai daerah pertanian yang makmur bisa tercapai sesuai harapan mengingat air adalah inti dari pertanian itu sendiri.

Untuk menyediakan air memadai bagi lahan pertanian di Lampung, Arinal sebaiknya memulai membangun banyak bendungan sebagai cadangan air buat mengairi lahan pertanian yang membentang luas.

Lampung sampai sekarang baru memiliki satu sumber ar yang memadai dan diklaim terbesar se-Asia Tenggara, bendungan Batutegi namaya. Bendungan Batutegi ini dibangun di areal seluas 3.560 hektare di kawasan berbukit di Kabupaten Tanggamus, sekitar 60 kilometer arah barat Bandar Lampung. Dari Batutegi inilah, air mengalir ke area pertanian di Lampung.

Selebihnya, lahan pertanian di Lampung masih mengandalkan pengairan dari sungai-sungai secara tradisional yang dialirkan ke persawahan melalui saluran irigasi.

Sekarang, di tangan Arinal, Lampung mesti membuat terobosan baru untuk memajukan Lampung, seiring tingginya kebutuhan air menyusul bertambahnya populasi penduduk dan rusaknya sungai sebagai area tangkapan air. Terobosan baru ini adalah membangun bendungan agar pasokan air ke area pertanian terjaga sepanjang masa serta untuk memenuhi kebutuhan air bersih penduduk yang semakin banyak jumlahnya.

Membangun bendungan bukan sekadar berdampak positif buat kelangsungan pertanian maupun kehidupan manusia, namun juga punya pengaruh ekonomis. Bendungan bisa dikembangkan menjadi objek wisata yang nenghasilkan devisa bagi daerah setempat. Bendungan menjadi daya tarik wisatawan untuk datang dan beribur serta membelanjakan uangnya.

Kemampuan Arinal menghadirkan bendungan sebanyak mungkin d Lampung, akan menjadi tolak ukur kemampuannya untuk merevitalisasi sektor pertanian dan menyejahterakan petani. Bendungan itu bukan sekadar menjaga sektor pertanian tetap lestari dan berkembang, namun juga mendorong berkembangnya sektor wisata lokal.

Daerah-daerah di belahan barat Lampung anat menarik untuk dibangun bendungan mengingat daerahnya relatif lebih tinggi disbanding dibanding belahan lainnya, sehingga air yang berkumpul di sana mengalir ke sekitarnya.

Dari air bendungan yang mengalir inilah, masyarakat Lampung di masa depan bisa menjaga kehidupan mereka. Bukan saja untuk area pertaniannya, tapi juga untuk kebutuhan minum sehari-hari.

Lihatlah bagaimana masyarakat Lampung sekarang ini sebenarnya relatif sangat tergantung dari air tanah untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Untuk mendapat air tanah dibutuhkan listrik sebagai energi pembangkit mesin pompa air. Padahal, belum semua daerah di Lampung mendapat pasokan listrik memadai, kalau tidak mau disebut “byar pet” listriknya.

Malah sebagian masyarakat di pedesaan masih mengandalkan sumur gali yang airnya harus ditimba mendapatkannya. Moel sumur gali ini sangat menguras tenaga bagi orang-orang tua, apalagi di kala musim kemarau tiba.

Sebagai masyarakat yang menuju peradaban lebih maju, pemerintah daerah selayaknya menghadirkan air sebagai kebutuhan manusia dengan tata kelola lebih maju pula. Semua ini mesti ditempuh Arinal agar dalam setiap pergantian kepemimpinan, Lampung naik ke derajatnya bukan jalan di tempat atau malah melorot. (*)

 

Oleh: Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar