Friday, December 14, 2018
Home > Headline > Memaknai Lari Pagi dan Minum Kopi Sandiaga dan Hotman Paris
HeadlineHukum

Memaknai Lari Pagi dan Minum Kopi Sandiaga dan Hotman Paris

SABTU (3/2/2018) pagi Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno di bawah rintik hujan lari pagi dilanjutkan minum kopi bersama pengacara Hotman Paris Hutapea di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Sebagian orang menganggap peristiwa ini biasa, namun bagi sebagian orang lainnya bisa dimaknai berbeda. Peristiwa ini bisa saja dimaknai bahwa Sandi kemungkinan besar akan menggunakan jasa Hotman untuk mendampinginya berkait dengan perkara laporan penggelapan di kepolisian.

Sandi sudah beberapa kali dipanggil penegak hukum Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan berkait dengan dugaan penggelapan tanah bernilai Rp8 miliar di Curug, Tangerang, yang melibatkan tersangka Andreas Tjahjadi. Andreas ialah rekan Sandi dalam perusahaan rotan yang sudah ditahan kepolisian pada 15 November 2017.

Sandi yang juga kader Partai Gerindra ini kelihatannya tidak mau repot menghadapi perkara ini setelah beberapa kali dimintai keterangan oleh penyidik kepolisian. Dia mau tidak mau mesti menyiapkan payung sebelum hujan datang membasahinya. Dan, payungnya itu kemungkinan besar, ya Hotman Paris.

Hotman Paris ialah pengacara yang memiliki klien pengusaha dan artis. Salah seorang klien Hotman ialah pengusaha sekaligus pendiri Partai Perindo, Hary Tanoesoedibyo, sedangkan klien artisnya ialah Syahrini dan Deddy Corbuzier.

Bila benang merah ini benar, berarti Sandi akan lebih sibuk lagi pada hari-hari berikutnya. Selain mengelola Ibukota yang masih porak-poranda ini, dia juga harus menghadapi persoalan hukum yang tidak kalah besar dalam menguras tenaga dan pikirannya.

Apapun yang dihadapi Sandi semarang dan nanti, warga Jakarta lah taruhannya. Harapan warga kepada manajer baru Ibukota ini sedikit banyak bisa terganggu. Apalagi, jika lawan-lawan politik Sandi juga  membuat manuver lewat berbagai lini untuk memojokkannya.

Ujungnya, kerugian akan menimpa waga Jakarta. Mereka tidak lagi mendapat layanan maksimal dari orang yang telah mereka pilih untuk mengelola Ibukota ini. (*)

 

Oleh Krista Riyanto