Friday, December 14, 2018
Home > Politik > KPK Obok-obok Lampung, Mustafa Selaku Calon Gubernur Ngeri-ngeri Sedap
Politik

KPK Obok-obok Lampung, Mustafa Selaku Calon Gubernur Ngeri-ngeri Sedap

GILIRAN Provinsi Lampung diobok-obok Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pada Rabu (14/2/2018) malam, KPK menangkap tangan perbuatan pelaku suap yang melibatkan elemen birokrasi, pengusaha, dan anggota DPRD di Kabupaten Lampung Tengah.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) itu, KPK mengamankan 14 orang dan alat bukti berupa uang tunai Rp1 miliar.

Yang ditangkap pada waktu itu, menurut Kepala Biro Hubungan Masyarakat KPK, Febri Diansyah, tidak termasuk Bupati Mustafa yang santer didesas-desuskan banyak orang.

Menurut Febri, mereka ditangkap setelah ada dugaan suap dari elemen birokasi pemerintah kabupaten kepada anggota DPRD agar dewan menyetujui pinjaman daerah ke sebuah perseroan di Jakarta.

Sekalipun ini tidak termasuk Mustafa yang ikut digaruk, namun Bupati Lampung Tengah yang sedang menjabat sebagai Ketua Partai Nasdem Lampung, sekaligus calon gubernur Lampung ini, menjadi ngeri-ngeri sedap –istilah yang dipopulerkan oleh politikus Partai Demokrat almarhum Sutan Bhatoegana, untuk mengartikan keadaan genting.

Elektabilitas Mustafa yang menjadi calon gubernur diusung oleh Partai Nasdem, PKS, dan Patai Hanura, ini bisa rusak dengan sendirinya. Dengan peristiwa ini, sudah bisa dipastikan isu ini akan menyebar dan memberi pengaruh buruk terhadap elektabilitasnya yang sampai sekarang belum bisa disebut aman untuk menjadi pemenang dalam pemilihan gubernur.

Lawan-lawan Mustafa yang jeli akan memanfaatkan isu suap di Lampung Tengah ini untuk menyerangnya. Sulit buat Mustafa untuk mengelak dari serangan lawan politiknya ini.

Secara hirarki, Mustafa adalah figur paling bertangung jawab terhadap roda pemerintahan di wilayahnya. Lihat saja bagaimana Gubernur Jambi Zumi Zola yang akhirnya menjadi tersangka oleh KPK meskipun dia tidak ditangkap tangan atas kasus korupsi yang melibatkan pejabat terasnya kepada anggota DPRD Jambi. KPK pun akhirnya menemukan benang merah pengaruh Zumi Zola atas suap yang dijalani anak buahnya itu.

Begitu juga dengan kasus suap di Lampung Tengah ini, KPK sudah pasti akan mencari benang merah dan aktor utamanya.

Gerak KPK ini secara langsung akan menjadi batu sandungan bagi Mustafa untuk berlari kencang dalam persaingan pemilihan gubernur. Ibarat kendaraan, Mustafa tidak lagi melewati lintasan pacu yang sama  mulusnya dengan tiga pesaingnya di pemilihan gubernur Lampung. Mau tidak mau, situasi ini memaksa Mustafa untuk melalui lintasan pacu bergelombang dan berkerikil.

Sorotan dari berbagai pihak atas kasus ini juga bisa mengubah mindset pemilih terhadap Mustafa. Sebesar apapun energi dan sumber daya keuangan yang digelontorkan Mustafa untuk berpacu mendapat dukungan publik akan menjadi sia-sia jika persepsi publik terus-menerus digempur dengan berita tentang kasus suap yang menjerat birokratnya.

Jika sudah demikian, sulit bagi siapa saja untuk menjadi pemenang di garis akhir.  (*)

 

Oleh Krista Riyanto

 

 

Tinggalkan Komentar