Friday, December 14, 2018
Home > Politik > Jokowi Berlatih Tinju, Fahri Hamzah: “…. Bagaimana kalau kita adu sama mantan Danjen Kopassus itu ya?…”
Politik

Jokowi Berlatih Tinju, Fahri Hamzah: “…. Bagaimana kalau kita adu sama mantan Danjen Kopassus itu ya?…”

VIDEO blog (Vlog) Presiden Joko Widodo berlatih tinju menarik perhatian Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah pada Minggu (4/3/2018).

Lewat twitternya, Fahri mencuit, “Video bagus…. Bagaimana kalau kita adu sama mantan Danjen Kopassus itu ya? 2019…,” cuit Fahri sembari menambah 4 emotikon senyum di bagian akhir.

Bagi Fahri, pertarungan tinju mereka akan menatik penonton, karena yang kalah akan babak belur.

“Kira-kira siapa yang babak belur ya?” katanya.

Sebagai politikus, cuitan Fahri ini pasti bermakna politis. Apalagi kalua bukan dikaitkan dengan pemilihan presiden 2019.

Dan, salah seorang mantan Komandan Jenderal Kopassus adalah Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra yang pernah dikalahkan Jokowi –demikian Joko Widodo disapa, pada pemilihan presiden 2014.

Pada pemilihan presiden 2019, Gerindra ingin mengajukan Prabowo sebagai calon presiden meskipun kursi partai itu tidak memenuhi syarat, sehingga harus berkoalisi dengan partai lain.

Jokowi berlatih tinju ini jelas penuh pesa politik, dia sudah dan sedang mempersiapkan diri untuk mengarungi duel politik sampai tahun depan. Jokowi memberi pesan kepada lawan politiknya bahwa dia tidak menganggap remeh mereka, meskipun dia pemilik sabuk juara –Presiden Republik Indonesia.

Jokowi telah belajar dari banyak kekalahan petahana di gelanggang olahraga maupun politik.

Persiapan yang kurang matang dan menganggap remeh kekuatan lawan bisa menjadi malapetaka bagi seorang petahana. Kekuatan seorang pemenang sejatinya terletak pada latihan dan persiapannya sejak dini.

Kekalahan petinju kelas berat dunia sejati, Mike Tyson pada 10 Februari 1990 dengan knock out (KO) melawan petinju bukan unggulan, Buster Douglas adalah contoh paling nyata. Wak itu, Tyson menganggap remeh Douglas yang sama sekali tidak punya prestasi gemilang.

Bahkan banyak pengamat melihat, pertarungan Tyson dan Douglas hanya akal-akalan promotor Don King untuk mengumpulkan uang banyak, karena pemenangnya sudah bisa ditebak, pasti Tyson. Tetapi, hasilnya, Tyson kalah KO di ronde ke-10 oleh Douglas.

Kekalahan Tyson yang berkarakter arogan dengan kekuatannya ini terbongkar. Tyson tidak pernah berlatih kaena menganggap remeh Douglas. Pada waktu menuju ke Tokyo, Jepang, sebagai arena pertarungannya, Tyson mengaku tidak pernah berlatih dan dia hanya bermain dengan wanita dan pesta pora jelang pertarunganya dengan Douglas.

“Saya tidak ingin bertarung. Yang saya inginkan hanya berpesta dan berhubungan dengan wanita,” demikian ujar Tyson ketika mengingat pertarungan itu.

“Saya bahkan tidak menganggap Buster Douglas sebagai tantangan,” kata Tyson.

“Saya tidak perlu repot-repot menyaksikan pertarungannya melalui video. Saya telah dengan mudah mengalahkan semua orang.”

Jokowi bukanlah Tyson.

 

Oleh: Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar