Friday, December 14, 2018
Home > Bisnis > Investor Tertarik Program Wisata dari Samsul Hadi-Nuzul Irsan di Tanggamus
Bisnis

Investor Tertarik Program Wisata dari Samsul Hadi-Nuzul Irsan di Tanggamus

JAKARTA – Kalangan investor di Jakarta tertarik dengan program pengembangan sektor wisata yang ditawarkan oleh calon bupati dan wakil bupati Tanggamus, Lampung Samsul Hadi-Nuzul Irsan (SAM-NI), karena program itu punya potensi pasar dan mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Beberapa investor yang tertarik dengan program itu datang dari pengembang properti seperti hotel, perumahan dan resort. Mereka melirik daya tarik laut seperti Teluk Kiluan yang bisa menyedot turis dengan Lumbalumbanya. Begitu juga dengan bendungan Batutegi yang ada di antara bukit dan menjadi bendungan eksotis serta potensi air terjun alaminya.

“Calon kepala daerah  yang mau membangun sektor wisata, berarti yang bersangkutan visioner, karena bisa memberi efek besar untuk kesejahteraan masyarakat secara luas dan merata,” ujar Benjamin, salah seorang investor yang tertarik mengembangkan properti.

Samsul dan Nuzul dalam percakapan dengan wartawan di Jakarta menyebut bahwa mereka ingin melibatkan banyak elemen masyarakat dalam membangun Tanggamus sekaligus memberi efek sejahtera secara luas. Dan, sektor wisata adalah terobosan paling tepat, karena Tanggamus memiliki potensi alam yang bagus untuk dijadikan maskot sektor wisata, dua di antaranya adalah Teluk Kiluan dan pemandangan alam bukit di bendungan Batutegi.

Apa yang diprogramkan SAM-NI ini tidak lepas dari tren dunia  yang menjadikan wisata sebagai kebutuhan hidup manusia. Wisata bukan lagi sekadar orang bertamasya, namun sudah bercampur kepada bentuk olahraga dan petualangan.

“Dan, Teluk Kiluan bisa dijadikan sarana olahraga air sekaligus orang-orang bisa menikmati interaksi dengan Lumbalumba,” ujar Halim Kusuma, pengusaha olahraga wisata di Jakarta.

Untuk Batutegi dan bebeapa air terjun di Tanggamus bisa dikemas menjadi olaharaga petualangan alam bebas maupun touring, dengan tema, Tour de Tanggamus, misalnya.

Itulah sebabnya, SAM-NI bila terpilih menjadi kepala daerah berniat untuk permudah birokrasi bagi investor agar mereka mau membangun sektor wisata di Tanggamus. Dengan menyederhanakan birokasi, mereka berharap bisa bersaing dengan daerah lain dalam menarik investasi.

Dengan program itu, kalangan investor meminta kepala daerah yang ingin membangun sektor wisata di Tanggamus mesti kerja keras membuat layanan birokrasi transparan agar mudah diakses oleh semua kalangan.

Dan, kalangan investor juga memberi masukan kepala SAM-NI untuk memberi perhatian besar kepada pembangunan infrastruktur, karena hal ini menjadi urat nadi yang menggerakkan turis untuk datang ke sana.

Infrastruktur itu bukan sekadar jalan darat, namun juga bandar udara, sarana transportasi, serta sumber daya manusianya.

“Kepala daerah harus menyiapkan sumber daya manusia yang bervisi melayani orang agar turis mau datang ke Tanggamus,” ujar Hans Wibowo, praktisi kuliner sekaligus pemilik fitness centre ini.

Bila program SAM-NI ini kelak menjadi kenyataan, Tanggamus bisa saja berubah drastis seperti halnya Banyuwangi yang terkenal ke seantero negeri.

Bisa jadi, Tanggamus from zero to hero.

 

Oleh Krista Riyanto

 

 

Tinggalkan Komentar