Friday, December 14, 2018
Home > Headline > Gagal atau Berhasilnya Prabowo, Prestasi Anies dan dan Sandi Ikut Menentukan
HeadlinePolitik

Gagal atau Berhasilnya Prabowo, Prestasi Anies dan dan Sandi Ikut Menentukan

AMBISI akar rumput Partai Gerindra untuk menjadikan ketua umum mereka, Prabowo Subianto sebagai presiden patut diberi catatan khusus. Mereka punya energi besar untuk menang lagi setelah mereka bisa mengantarkan Anies Rasjid Baswedan dan Sandiaga Salahuddin Uno menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Anies dan Sandi tentu saja menjadi sorotan publik untuk menilai pencalonan Prabowo. Jika Anies dan Sandi memiliki terobosan lebih spektakuler dibanding rezim sebelumnya, Basuki Tjahaja Purnama akrab disapa Ahok dan Djarot Saiful Hidayat, maka pubik akan memberi kredit tinggi kepada Prabowo. Namun, begitu juga sebaliknya.

Coba kita tengok terobosan spektakuler apa yang sudah dibuat Anies dan Sandi sekarang ini untuk meningkatkan kepercayaan publik kepada Prabowo.

Terobosan yang dibuat Anies dan Sandi misalnya tentang rumah DP 0 persen. Terobosan mereka ini sudah mengecewakan publik. Ternyata rumahnya hanya berupa rumah susun, bukan rumah tapak seperti yang dijanjikan dalam kampanye tempo lalu.

Dengan DP 0 persen, rakyat pun masih harus mencicil rumah dengan nilai sampai Rp2 juta per bulan selama 20 tahun. Dengan cicilan sebesar ini, rakyat mana yang sanggup melakukannya jika dibanding dengan upah minimum regional yang mencapai Rp3,7 juta!

Apalagi rumah susun DP 0 persen itu dibangun di pinggiran, sehingga penghuninya ke mana-mana harus mengeluarkan ongkos lebih banyak lagi. Jadi, terobosan Anies dan Sandi ini jelas sulit diwujdukan dalam menuntaskan persoalan hunian anggota masyarakat lapis bawah Jakarta.

Yang paling mungkin bagi anggota masyarakat lapis bahwa sebenarnya adalah menyewa rumah susun murah –Rp300 ribu sebulan selama-lamanya seperti yang dirancang oleh rezim sebelumnya. Karena memang sebesar itulah kemampuan anggota masyarakat lapis bawah untuk bisa berteduh di Jakarta!

Terobosan lain yang diimpikan Anies dan Sandi adalah mereka ingin melahirkan pengusaha lewat program OK OCE. Program ini dirancang untuk melahirkan pengusaha lokal di setiap kecamatan dengan sokongan kapital lewat perbankan. Bahkan Sandi sampai mengajak pengusaha keturunan Tionghoa untuk berpartisipasi membantu OK OCE.

Anies dan Sandi lupa bahwa melahirkan pengusaha tidak bisa dibentuk secaa instan. Pengusaha lahir dari sebuah naluri dan kerja keras dalam melahirkan produk unggul dan kompetitif dalam menguasai pasar. Pasar sendiri tidak bisa diraih dengan dipaksa lewat kekuasaan, tetapi karena ada kebutuhan akan sehuah produk.

Nah, persoalannya, bisakah OK OCE melahirkan orang-orang yang mampu membuat produk unggul yang dibutuhkan dan bisa bersaing di pasar bebas?

Jika dilihat dari prosesnya, pesimistis mungkin jawaban yang paling nyata. Lihat saja pengalaman koperasi yang sudah ditulis dalam undang-undang bahkan sudah ada kementeriannya saja masih gagal bersaing dengan industri lain yang lebih kuat dan terampil dalam menguasai pasar bebas. Semuanya tidak lain karena koperasi bukan tempatnya orang-orang yang menghasikan produk unggul serta mampu bersaing di pasar bebas.

Jika dua program ungggulan Anies dan Sandi, rumah DP 0 persen dan OK OCE belum menunjukkan terobosan nyata dalam membuat bahagia warga Jakarta, lalu bagaimana pubik akan memberi kredit positif kepada Prabowo Subianto?

Mau tidak mau, Prabowo mesti mengingatkan Anies dan Sandi agar mereka bekerja keras lagi dalam mewujudkan kebahagiaan warga Jakarta agar langkahnya menuju pencalonan sebagai presiden tidak layu lebih dini. (*)

 

Oleh: Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar