Friday, December 14, 2018
Home > Bisnis > Ciputra: China akan Kuasai Bisnis Properti
BisnisHeadline

Ciputra: China akan Kuasai Bisnis Properti

JAKARTA – Pengusaha properti Indonesia, Ciputra menyatakan, China akan memenangi persaingan global di semua sektor, terutama infrastruktur dan properti.

Dibandingkan dengan pesaing utamanya, Amerika Serikat, China lebih unggul dalam segala hal. Mulai dari pendanaan, jumlah sumber daya manusia, etos kerja, dan juga kultur ekspansi ke manca negara.

“China bakal menguasai bisnis properti dunia. Ini nggak bisa dibantah. Kita harus mengakui itu, dan kita harus siap mengikuti persaingan global,” kata Ciputra kepada sebelum menerima anugerah Lifetime Achievement Awards 2018 dari CIMB Niaga, Selasa (27/3/2018).

Ciputra menuturkan, etos kerja orang-orang China patut diacungi jempol dan diikuti orang Indonesia. Mereka sanggup bekerja selama 24 jam dalam 7 hari, sementara orang Amerika hanya 5 jam, setelah itu istirahat panjang.  Dari cara dan etos kerja seperti itu, China sanggup membangun infrastruktur sangat cepat.

Dalam membangun jalan tol, misalnya, pada 1977, negara ini masih meniru Indonesia. Tapi, sekarang, mereka sudah memiliki 280.000 kilometer jalan tol, sedangkan Indonesia masih merangkak untuk tidak dikatakan jalan di tempat, kurang dari 1.000 kilometer jalan tol terbangun.

Demikian halnya dalam membangun properti, sejumlah pencakar langit, apartemen, dan perkantoran berdiri megah membentuk belantara beton yang begitu masif. China mencatatkan diri sebagai pembangun pencakar langit terbanyak pada tahun 2017. Selain Ping An Finance Center yang merupakan tertinggi ke-4 dunia, negara ini juga membangun 11 gedung pencakar langit lainnya pada tahun yang sama.

“Pertumbuhan ekonomi pun demikian pesat. Saat ini, tak ada yang menampik kedigdayaan China. Bahkan dalam hal jalinan kerja sama proyek-proyek infrastruktur dan properti,” katanya.

Ciputra sendiri saat ini membuka opsi untuk bekerja sama dengan siapa pun, termasuk dengan China dan negara-negara lainnya.

Managing Director Ciputra Group Harun Hajadi mengatakan, setelah Jepang, banyak investor China yang melirik perusahaannya untuk menjalin kerja sama pengembangan properti.

“Tetapi dari sekian banyak opsi itu, kami lebih memilih menjalin aliansi strategis dengan investor yang sudah memiliki lahan. Skema kerja sama bisa saja joint operation, atau joint venture,” kata Harun. (*)

 

DuniaSumber: Kompas.com

Editor   : Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar