Friday, December 14, 2018
Home > Headline > Awas, Main Ponsel Sambil Mengendarai Kendaraan Kena Denda Rp750.000
Headline

Awas, Main Ponsel Sambil Mengendarai Kendaraan Kena Denda Rp750.000

JAKARTA – Hati-hati, ini peringatan bagi mereka yang punya kebiasaan main handphone sambil mengendarai kendaraan roda empat maupun roda dua, agar menghentikan kebiasaan buruk mereka kalau tidak mau kena tilang. Dendanya tidak tanggung-tanggung, yakni sebesar Rp 750.000.

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Purwadi Arianto mengatakan kebiasaan menggunakan telepon seluler pada saat mengemudi adalah tindakan berbahaya karena pengemudi menjadi tidak fokus di jalan raya.  Kebiasaan buruk ini juga melanggar hukum oleh sebab itu polisi akan langsung menilang pelakunya.

“”Petugas lalu lintas diintruksikan untuk  menertibkan pengguna kendaraan yang menggunakan HP di jalan,  khususnya pengendara roda dua,” kata Purwadi, Kamis (1/3/3018), di sela-sela pembukaan Operasi Keselamatan Jaya  di Mapolda Metro Jaya.

Operasi Keselamatan Jaya bertujuan meningkatkan  kesadaran berlalu lintas . Operasi yang digelar  5-25 Maret 2018 ini sasarannya  pelanggaran  melawan arus, menggunakan HP  saat mengemudi, pengendara yang belum cukup umur, dan berboncengan lebih dari satu orang.

Kecelakaan akibat penggunaan telepon genggam saat mengemudi kerap terjadi. Survei menyebutkan, pengemudi yang membaca pesan teks pada telepon genggam akan memiliki risiko kecelakaan 23 kali lebih tinggi. Sayangnya, hingga kini masih banyak pengemudi bandel yang mengoperasikan ponsel saat berkendara.

Sepanjang tahun 2016 ada sekitar 105.374 kasus kecelakaan lalu lintas di Ibu Kota, salah satu penyebabnya adalah penggunaan ponsel saat mengendarai motor atau mobil. Sementara pada tahun 2017 menurun sekitar tujuh persen atau 98.400 kejadian.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengatakan tidak hanya main ponsel tetapi mendengarkan radio, atau musik, atau televisi dan merokok juga melanggar UU Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 106 Ayat 1 Junto Pasal 282 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Ancaman hukuman pidana maksimal tiga bulan penjara dan denda Rp750.000. Ia menyarankan agar penggunaan fasilitas audio dan visual dalam mobil dimanfaatkan pada saat pengendara telah menghentikan laju kendaraannya atau mobil dalam posisi  berhenti. (*)

 

Editor: Fairuz Husaini

 

 

Tinggalkan Komentar