Friday, December 14, 2018
Home > Headline > Antasari Azhar “Dibangunkan dari Tidurnya” untuk Melawan SBY
HeadlineHukum

Antasari Azhar “Dibangunkan dari Tidurnya” untuk Melawan SBY

“PENGEROYOKAN” sekelompok pengacara kepada presiden keenam Susilo Bambang Yudhoyono yang akrab disingkat SBY dalam sapaannya, bertambah seru setelah mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang juga mantan jaksa senior, Antasari Azhar ikut bergabung di dalamnya.

Bergabungnya Antasari Azhar ini dijelaskan oleh koordinator pembela pengacara Firman Wijaya, Boyamin Saiman, Kamis (8/2/2018) kepada pers. Menurut Boyamin, Antasari akan menjadi penasihan dari Tim Pembela Firman Wijaya.

“Antasari dibutuhkan tim pembela atas keahlian dan pengalamannya sebagai jaksa senior dalam menghadapi tuduhan pencemaran nama baik SBY,” demikian Boyamin menulis siaran persnya.

Antasari adalah mantan Ketua KPK yang pernah menjerat besan SBY, Aulia Pohan dalam perkara korupsi Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia bernilai Rp100 miliar.

Nama Antasari kemudian redup setelah dia masuk bui dalam kasus pembunuhan salah seorang petinggi BUMN, Nasrudin Zulkarnaen. Setelah bebas dari bui, Antasari kemudian mencari keadilan dengan melaporkan upaya kriminalisasi dirinya dalam pembunuhan Nasrudin. Di situlah, nama SBY menjadi ramai.

Antasari menjalankan manuvernya waktu itui bertepatan semasa anak SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan mengikuti pemilihan gubernur DKI Jakarta. Manuver Antasari ini bisa jadi sebagai salah satu faktor yang membuat AHY menuai hasil negatif pada pemilihan gubernur DKI 2017 silam.

Dan, ketika SBY melaporkan Firman Wijaya ke polisi dengan tuduhan pencemaran nama baik, Antasari kembali bangun dari tidurnya. Dia dengan semangat bersedia ikut bergabung dengan sekelompok pengacara yang akan “mengeroyok” SBY. Tak tanggung-tanggung, Antasari didapuk menjadi penasihat para pengacara itu.

Bergabungnya Antasari ini sulit djelaskan sebagai sekadar memberi nasihat kepada pengacara muda yang sedang berupaya menuju popularitas dengan melawan nama besar SBY sebagai jalannya. Sulit untuk menjelaskan kepada publik bahwa keterlibatan Antasari ini sebagai manuver yang bebas nilai, mengingat dia pernah punya persoalan yang belum tuntas.

Dan, tim kelompok pengacara ini, Boyamin juga pandai mengatur irama “bertarung” Antasari melawan SBY. Ini akan menjadi perhatian besar dari publik, karena dua nama besar itu masih punya daya tarik untuk diikuti perjalanannya.

Antasari ini ibarat macan tidur bagi SBY. Setiap peristiwa hukum yang dijalani SBY, Antasari selalu dibangunkan orang untuk ikut mengaum. (*)

 

Oleh Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar