Friday, December 14, 2018
Home > Headline > 38 Anggota dan Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara Jadi Tersangka Suap
HeadlineHukum

38 Anggota dan Mantan Anggota DPRD Sumatera Utara Jadi Tersangka Suap

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan 38 anggota DPRD Kota Sumatera Utara periode 2009-2014 dan 2014-2019 menjadi tersangka suap dari dari mantan gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho.

Penetapan tersangka itu dikonfirmasi Ketua KPK Agus Rahardjo pada Jumat (30/3/2018). Menurut Agus, KPK sudah mengeluarkan surat pada 29 Maret 2018, yang ditujukan kepada Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara perihal pemberitahuan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi.

Dalam surat itu dilampirkan nomor surat perintah penyidikan (sprindik) per tanggal 28 Maret 2018. “Itu surat surat pengantar, dilampiri sprindik untuk masing-masing tersangka, ditandatangani pimpinan,” kata Agus, lewat pesan singkat.

Ke-38 anggota dan mantan anggota DPRD yang jadi tersangka suap dari Gatot adalah Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Abu Bokar Tambak, Enda Mora Lubis, M Yusuf Siregar. Kemudian, Muhammad Faisal, DTM Abul Hasan Maturidi, Biller Pasaribu, Richard Eddy Marsaut Lingga, Syafrida Fitrie, Rahmianna Delima Pulungan, Arifin Nainggolan, Mustofawiyah, Sopar Siburian, Analisman Zalukhu, Tonnies Sianturi, Tohonan Silalahi, Murni Elieser Verawaty Munthe, Dermawan Sembiring. Lainnya, yakni Arlene Manurung, Syahrial Harahap, Restu Kurniawan Sarumaha, Washington Pane, John Hugo Silalahi, Ferry Suando Tanuray Kaban, Tunggul Siagian, Fahru Rozi, Taufan Agung Ginting, Tiaisah Ritonga, Helmiati, Muslim Simbolon, Sonny Firdaus, Pasiruddin Daulay, Elezaro Duha, Musdalifah, dan Tahan Manahan Panggabean.

Mereka disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP. Agus belum mau menyebutkan secara spesifik dugaan suap anggota DPRD itu berkait perkara apa. “Ditunggu saja,” ujar Agus. (*)

 

Sumber: Kompas.com

Editor   : Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar