Friday, December 14, 2018
Home > Politik > Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Pimpin Hasil Survei Keterpilihan
Politik

Pemilihan Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi Pimpin Hasil Survei Keterpilihan

JAKARTA – Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi memimpin dalam survei keterpilihan pada Pilkada Jawa Barat yang dipublikasikan Litbang Kompas di harian Kompas, Rabu (14/3/2018).

Elektabilitas pasangan Deddy-Dedi atau Duo D ini mencapai 42,8 persen suara. Disusul kemudian pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul 39,9 persen. Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu 7,8 persen dan TB Hasanuddin-Anton Charliyan 3,1 persen. Adapun 6,4 persen responden tidak menjawab atau rahasia.

Jika dilihat keterpilihan pasangan calon berdasarkan partai pendukung, dalam survei ini, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mendapat dukungan Golkar-Demokrat 52,9 persen; PDI-P 41,6 persen, Gerindra, PKS, dan PAN 35,5 persen; serta Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura 28,8 persen.

Pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul meraih 34,2 persen dari Golkar-Demokrat; 43,2 persen dari PDI-P; 36,4 persen dari Gerindra, PKS, dan PAN; serta 62,7 persen dari Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura.

Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu, dari Golkar-Demokrat memperoleh 3,2 persen; PDI-P 8,0 persen; Gerindra, PKS, dan PAN 0,8 persen; serta Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura 1,7 persen.

Yang terakhir, pasangan Hasanuddin-Anton memperoleh 4,3 persen dari Golkar-Demokrat; 4,0 persen dari PDI-P; 21,5 persen dari Gerindra, PKS, dan PAN; serta 3,4 persen dari Nasdem, PPP, PKB, dan Hanura.

Dari survei yang dilakukan berupa pertanyaan bersifat langsung dan simulasi surat suara yang bersifat tertutup itu, didapat hasil bahwa keterpilihan suatu pasangan dipengaruhi seberapa dikenalnya pasangan itu oleh masyarakat di daerah tersebut. Sebagai contoh pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan belum banyak orang yang mengetahui sosok Hasanuddin sebagai purnawirawan jenderal bintang dua yang lahir di Majalengka. Sama halnya dengan Anton Charliyan, mantan Kapolda Jabar yang lahir di Tasikmalaya. Pasangan ini hanya memperoleh 15 persen pemilih.

Begitu pula dengan PKS. Seperti diketahui, Jabar menjadi basis massa partai ini dalam 10 tahun terakhir. Namun, dari survei Litbang Kompas, PKS bersama Gerindra dan PAN yang mengusung Sudrajat-Ahmad Syaikhu hanya mendapat 4,5 persen suara responden melalui metode pertanyaan terbuka. Sementara melalui simulasi kertas suara tertutup, pasangan ini meraih sekitar 7,8 persen suara. Dengan demikian, pasangan ini juga menempati posisi bawah. Bahkan, Ahmad Syaikhu yang menjadi Wakil Wali Kota Bekasi pun belum bisa menggaet banyak pendukung PKS di sana. Begitu juga di Bogor, Depok, dan Sukabumi. Bisa jadi karena belum banyak masyarakat Jabar yang mengenal Sudrajat-Ahmad Syaikhu. (*)

 

Sumber: Kompas.com

Editor   : Krista Riyanto

 

Tinggalkan Komentar